Menurut berbagai serat kejawen seperti Serat Kalatidha, Serat Wirid Hidayat Jati, dan Serat Centhini, Asma Tapak Geni berasal dari laku spiritual Pertapa Majapahit dan pengikut Raden Wijaya, kemudian dilanjutkan oleh para cantrik Gunung Lawu dan murid Ki Ageng Selo pada abad ke-15 dan Sampailah pada saat ini di Uri - Uri Oleh Pemilik Padepokan Kumbang Malam yang kemudian menjadi
NAFAS TAPAK GENI " SAKTI TANPA MANTRA"
Orang yang menguasai Tapak Geni sejati bukan hanya sakti secara fisik tapi juga mampu membakar sifat buruk dalam dirinya hingga tersisa cahaya kesadaran murni. Dalam ajaran kejawen, manusia terdiri dari unsur tanah, air, angin, dan api (geni). Api adalah unsur penggerak utama tapi juga paling berbahaya jika tak dikendalikan. Nafas Tapak Geni adalah seni menyeimbangkan tiga unsur kekuatan ( Api / Air / Tanah ) yang tersembunyi dalam Tubuh Manusia , Jika 3 Unsur kekuatan tersebut selaras akan muncul sesuatu kekuatan yang luar biasa
(Bisa Jarak Jauh / Dibimbing langsung Guru Besar PKM lewat telepon / vc)
DI JAMIN LANGSUNG BISA BUKA PRAKTEK
Segera Hubungi HOTLINE (0271) 8822465 / ADMIN 1: 0813 3265 3544 - ADMIN 2: 0852 9423 9087 FREE KONSULTASI
1. Rizky
Prayoga – Bandung
“Awalnya saya datang hanya karena penasaran.
Banyak metode tenaga dalam dan pengendalian diri biasanya penuh ritual, ada
puasa, ada mantra. Tapi di Padepokan Kumbang Malam ternyata semuanya berbeda.
Waktu pertama kali diajarkan Tapak Geni, saya langsung dipandu praktik nafas
tanpa harus menghafal apapun. Rasanya tubuh lebih ‘terhubung’ dan kepala jadi
jernih. Yang paling saya suka, semuanya dijelaskan secara logis sehingga saya
tidak merasa masuk dunia mistik. Benar-benar pengalaman baru.”
2. H.
Mulyadi – Sidoarjo
“Sebagai seorang ustadz, saya sangat selektif
memilih ilmu. Ketika mendengar Tapak Geni tanpa mantra dan tanpa puasa khusus,
saya mencoba menguji sendiri. Ternyata betul, metodenya fokus pada pengendalian
diri dan kelola nafas. Tidak ada unsur yang bertentangan dengan keyakinan.
Justru membuat saya lebih memahami bagaimana menenangkan hati dan menjaga
emosi. Saya merasa latihan ini bisa jadi sarana muhasabah sekaligus memperkuat
mental.”
3. Rama
Setiabudi – Jakarta Selatan
“Saya sudah lama berkecimpung di dunia
metafisik, sering ikut latihan dari berbagai aliran. Tapi Tapak Geni punya
pendekatan paling ‘bersih’ yang pernah saya temui. Waktu sesi pertama, kami
langsung dipandu praktik tanpa banyak teori rumit. Nafasnya sederhana, tapi
ketika dilakukan dengan benar terasa ada panas dan tekanan halus di telapak
tangan. Yang menarik, semua terjadi tanpa mantra ataupun klenik. Ini bukti
bahwa tidak semua kemampuan harus ditempuh dengan jalan mistik.”
4. Andre
Kusnandar – Yogyakarta
“Sebagai pelatih beladiri, saya selalu mencari
teknik pengendalian diri untuk menambah kualitas murid. Saya ikut Tapak Geni
untuk menguji apakah benar-benar bisa diterapkan. Setelah beberapa kali
latihan, saya kaget dengan efeknya. Fokus meningkat, tenaga lebih stabil, dan
yang paling terasa, tubuh lebih responsif terhadap stres. Metodenya langsung
praktik, tanpa ritual ribet. Ini cocok sekali buat para petarung dan pelatih
yang ingin menguasai ketenangan dalam situasi ekstrem.”
5. Suhadi –
Samarinda
“Saya orang yang cenderung mudah panik. Teman
menyarankan saya belajar Tapak Geni karena tidak melibatkan mantra ataupun
puasa panjang. Ketika pertama latihan, saya merasa biasa saja. Tapi setelah 3–4
kali latihan, saya mulai sadar kalau saya lebih mudah mengatur nafas ketika
tegang. Pernah suatu kali saya hampir marah besar karena pekerjaan, tapi teknik
nafas Tapak Geni benar-benar membantu menahan emosi. Bagi saya ini bukan
sekadar ilmu, tapi terapi mental.”
6. Fajar
Nurmansyah – Surakarta
“Saya sudah mencoba banyak jenis tenaga dalam,
dan jujur saja… kebanyakan penuh dengan mantra dan ritual yang saya sendiri
kurang paham maksudnya. Ketika ikut Tapak Geni si Padepokan Kumbang Malam,
saya lega karena semua dijelaskan secara rasional. Latihan pertama langsung
praktik, tidak ada syarat aneh-aneh. Bahkan pelatih mengajak kami untuk
memahami tubuh sendiri, bukan mengandalkan sesuatu dari luar. Saya merasa
inilah ilmu yang aman dipelajari siapa saja tanpa takut menyimpang.”
Posting Komentar